motif batik parang

Apa itu motif parang?

Salah satu motif batik yang terkenal adalah parang. Motif ini mempunyai ciri khas garis-garis lengkung, yang dapat diartikan sebagai ombak lautan yang menjadi pusat tenaga alam (raja). Komposisi miring pada parang juga melambangkan kekuasaan, kewibawaan, kebesaran, dan gerak cepat, sehingga pemakainya diharapkan dapat sigap dan sekatan.

Pada zaman Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, motif parang menjadi pedoman utama untuk menentukan derajat kebangsawanan seseorang dan menjadi ketentuan yang termuat dalam Pranatan Dalem Jenenge Panganggo Keprabon Ing Karaton Nagari Ngajogjakarta tahun 1927.

Dalam perkembangannya, motif parang memunculkan banyak variasi, seperti Parang Rusak Barong, Parang Kusuma, Parang Pamo, Parang Klithik, dan Lereng Sobrah.

Karena penciptanya pendiri Kerajaan Mataram, maka oleh kerajaan, motif-motif parang tersebut hanya diperkenankan dipakai oleh raja dan keturunannya, dan tidak boleh dipakai oleh rakyat biasa. Jenis batik itu kemudian dimasukkan sebagai kelompok batik larangan (batik yang tidak boleh dipakai oleh rakyat jelata).

Jenis-jenis motif parang

1. Parang Rusak

Motif ini merupakan motif batik sakral yang hanya digunakan di lingkungan kraton. Pada jaman dahulu, Parang Rusak biasanya digunakan prajurit setelah perang, untuk memberitahu Raja bahwa mereka telah memenangkan peperangan.

Motif ini diciptakan oleh Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram. Konon, sang raja sering bertapa di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa yang dipenuhi oleh jajaran pegunungan seribu yang terlihat seperti pereng (tebing) berbaris. Akhirnya, ia menamai tempat bertapanya dengan pereng yang kemudian berubah menjadi parang. Di salah satu tempat bertapa tersebut, ada bagian yang terdiri dari tebing-tebing atau pereng yang rusak karena terkikis deburan ombak laut selatan, sehingga lahirlah ilham untuk menciptakan motif batik yang kemudian diberi nama Parang Rusak

2. Parang Barong

Motif batik ini berasal dari kata “batu karang” dan “barong” (singa). Parang Barong merupakan parang yang paling besar dan agung, dan karena kesakralan filosofinya motif ini hanya boleh digunakan untuk Raja, terutama dikenakan pada saat ritual keagamaan dan meditasi.

Motif ini diciptakan Sultan Agung Hanyakrakusuma yang ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya sebagai raja dengan segala tugas kewajibannya, dan kesadaran sebagai seorang manusia yang kecil di hadapan Sang Maha Pencipta.

Kata barong berarti sesuatu yang besar, dan ini tercermin pada besarnya ukuran motif tersebut pada kain. Motif Parang Rusak Barong ini merupakan induk dari semua motif parang. Motif ini mempunyai makna agar seorang raja selalu hati-hati dan dapat mengendalikan diri

3. Parang Klitik

Motif batik yang menyimbolkan perilaku halus dan bijaksana. Dulu motif batik ini hanya dikenakan oleh para putri raja.

4. Parang Slobog

Motif batik yang menyimbolkan keteguhan, ketelitian, dan kesabaran.

Motif ini dulu dipakai pada upacara pelantikan para pejabat pemerintahan, karena melambangkan harapan agar para pejabat selalu diberi petunjuk dan kelancaran dalam menjalankan semua tugas-tugas yang menjadi tangung jawabnya.

Selain untuk pelantikan pejabat, Slobokan atau parang Slobog hanya boleh dikenakan dalam acara pemakaman saja. Hal ini merupakan simbolisasi harapan agar arwah yang meninggal mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan menghadap Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan keluarga yang ditingalkan juga diberi kesabaran dalam menerima cobaan kehilangan salah satu keluarganya.

About these ads

31 responses to “motif batik parang

  1. hi…
    haloo..kenalin nama sy Lindung..orang jawa asli loh bkn batak (‘parlindungan’).hehehe
    sekilas baca essay tentang batik…sangat menarik…
    sy jg lg pingin tau jauh ttg batik…! =)

    glad to kno someone has the same interest in batik / indonesian culture! =)

    • hai haloo… salam kenal mas lindung.
      senang sekali punya teman yg tertarik dg batik.
      nanti kalau ada tambahan info pasti saya share disini :)
      makasih sdh membaca ya..

  2. Bagus banget blognya…i love it…aku juga asli Solo,interested in batik jg…tinggal dimana?

    • makasih sdh mampir di blog ini :)
      wah wong Solo jg to? slm kenal ya..
      skrg saya msh bolak-balik solo dan jogja.

  3. wah lengkap nih tentang barong :)
    Sayangnya sekarang motif parang udah buanyak bgt yah yang pake. Jadi umum bgt.

  4. Blog-nya keren, saya baru belajar bikinblog, masih belum paham banget, bahkan yang wordpress juga belum ter-optimalkan, mohon ijin untuk share ya mbak? sekalian bila ada tips tentang mengelola blog, boleh donk bagi ilmunya..hehe
    terima kasih sebelumnya, salam persahabatan

    • Hai.. salam persahabatan :)
      Terima kasih kunjungannya ya, silakan klo km mau share.
      Sama” lah, saya jg msh belajar bikin blog yg baik dan benar kok hehehe..

  5. Hallo mBak Aprilia, salam kenal.
    Bangga rasanya masih ada generasi muda yang sangat mencintai dan mengagungkan budaya asli. Salut !
    Saya masih belajar membuat web dan belum selesai. Anda bisa tengok web saya, ya begitulah soalnya belum mahir meng-edit langsung di laman-nya (mengetik pakai ‘word’ kemudian di copas ke laman; jadinya berantakan ) :(
    Jangan berhenti utk mempromosikan dan melestarikan budaya bangsa.
    Tuhan memberkati. Amin.
    Salam dari Jakarta,
    Didik Wiryawan

  6. salam kenal
    kok untuk parang kusuma tidak ada gambarnya. boleh dibagi gambar batik dengan motif “Parang Kusuma” ? soalnya mencari gambarnya sulit, kalaupun ada berbeda-beda, tidak tahu motif aslinya bagaimana.
    terima kasih

  7. Hidup Batik,,
    Batik MemaNg KekaYan IndoNesia yah..
    I Love It..
    Budayakan Hidup Berpakaian Batik !!

  8. halo, terimakasih sekali infonya.
    apa ada konsep atau filosofi khusus kenapa parang slobog motifnya berbeda sendiri dari motif-motif parang yang lain?
    lalu boleh minta referensi buku atau site yg lain tentang batik mungkin? terimakasih lagi :D

    • Haloo.. terima kasih sudah membaca tulisan ini :)
      Slobog berasal dari kata lobok atau longgar. Motif ini sering dipakai saat melayat, dengan harapan agar orang yang meninggal dilapangkan jalannya saat menghadap Sang Pencipta dan diangkat derajatnya.
      Motif parang ini menyimbolkan keteguhan, ketelitian, dan kesabaran. Karena itu, motif ini juga sering dipakai dalam upacara pelantikan agar pemimpin “baru” tersebut selalu diberi petunjuk dan amanah dalam memegang jabatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s