PENULIS LEPAS (dalam otak saya)

Pernah mendengar istilah penulis lepas? Beberapa di antara kita pasti penah mendengarnya, entah dengan sebutan lain seperti freelance writer atau part-time writer.

Sebenarnya, tidak ada definisi khusus mengenai seperti apa penulis lepas itu. Menurut saya sih, yang namanya penulis lepas itu bisa dibagi dalam dua kategori. Pertama, yang benar-benar lepas. Artinya kita nulis karena memang pengen menulis, baru setelah karya itu jadi bisa kita kirim ke media massa atau kita publish di blog, atau malah cuma buat koleksi pribadi aja. Bisa dibilang, sifat penulis lepas di sini memang suka-suka kita aja. Mau disebarluaskan oke, cuma buat menyesaki folder di laptop juga silakan.

Kategori kedua adalah penulis yang nggak benar-benar lepas. Maksudnya, penulis jenis ini biasanya terikat kontrak dengan penerbit. Kalo kita diminta nulis sesuatu ya nulis, kalo nggak ada order nulis ya tidak perlu menulis. Enaknya jadi penulis setengah lepas ini kita bisa freelance di beberapa perusahaan sekaligus, apalagi biasanya kontrak yang diberikan nggak terlalu mengikat harus dengan satu penerbit saja (asalkan order tulisan beres).

Selain dua kategori tersebut, penulis lepas bisa dibedakan dalam dua tipe lagi. Pertama, yang sifatnya komersil. Artinya, mengacu agar karya kita diterbitkan dan kita dapat honor (intinya ada nilai komersial disitu). Kedua, yang sifatnya non-komersil. Penulis dengan tipe terakhir ini biasanya menggunakan tulisannya sebagai bentuk ekspresi atau sharing informasi saja, seperti pada blog atau bulbo.

Ide tulisan yang dipakai oleh penulis lepas pun sama saja dengan para penulis tetap, bermacam-macam jumlahnya. Tulisan penulis lepas ini bisa mengenai kejadian sehari-hari, fenomena sosial, cerita fiksi, curhat penulis pribadi, kritik, mini biografi, bahkan analisa politik.

Mengingat belum adanya standarisasi honor bagi para penulis lepas, mungkin penulis lepas belum dapat dijadikan profesi andalan untuk mengais pundi-pundi rupiah (kecuali kalau kita sudah punya nama besar, karya kita sering dimuat di media massa, atau terlibat dalam proyek dengan beberapa penerbit). Tapi, jika tujuan utama kita menulis adalah kepuasan hati, maka menjadi penulis lepas adalah suatu hal yang membanggakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s