saatnya berhenti minum kopi?

“Jangan kebanyakan minum kopi, nggak baik buat kesehatan.”

Ehmmm pernah mendengar komentar ini? Atau justru Anda pernah mengucapkannya pada seseorang?

Kopi merupakan salah satu minuman yang cukup banyak peminatnya. Aroma dan rasanya yang eksotis mampu membius sebagian kalangan untuk terus menikmatinya.Untuk sebagian orang, minum kopi telah menjadi rutinitas yang harus dikerjakan setiap hari. Namun, untuk sebagian yang lain minum kopi bisa menjadi hal yang harus dihindari.

Dan komentar bernada mengingatkan diatas biasanya cukup menyebalkan untuk Anda yang menyukai kopi, bukan? Karena faktanya konsumsi kopi yang wajar justru memberi manfaat yang baik untuk kesehatan.

Batasan konsumsi kopi dalam satu hari

Sebenarnya bukan konsumsi kopi yang harus dibatasi, melainkan kafein yang masuk ke tubuh kita. Karena kopi sangat diidentikkan sebagai sumber kafein, maka banyak orang yang akhirnya mengasumsikan membatasi kopi sama dengan membatasi asupan kafein. Padahal, sumber kafein tidak hanya berasal dari kopi tapi juga teh, coklat, dan softdrink. Jika kita telah mengonsumsi sumber kafein yang lain tersebut, maka lebih baik untuk memperkirakan berapa gelas kopi yang bisa diminum hari ini (begitu juga sebaliknya).

Berikut adalah rekomendasi yang diberikan oleh Health Canada mengenai batas maksimal konsumsi kafein :

  • 45 mg per hari bagi anak usia 4-6 tahun
  • 62,5 mg per hari bagi anak usia 7-9 tahun.
  • 85 mg per hari untuk anak usia 10 -12 tahun
  • 300 mg per hari bagi wanita yang berencana hamil, wanita hamil dan menyusui.
  • Orang dewasa sehat maksimum 400 mg per hari.

Dan di bawah ini adalah kafein yang biasa terkandung dalam makanan/minuman :

  • Satu cangkir kopi rata-rata mengandung 100-150 miligram kafein.
  • Satu demitasse (cangkir mini untuk espresso) single-espresso rata-rata mengandung 80-120 miligram kafein.
  • Satu cangkir teh rata-rata mengandung 40 miligram kafein.
  • Satu batang coklat ukuran sedang rata-rata mengandung 20-60 miligram kafein.
  • Satu botol minuman kola berukuran 340ml mengandung 40-60 miligram kafein, atau kira-rata separuh kandungan kafein dalam secangkir kopi/espresso.

Jadi mulai sekarang, silakan menghitung berapa banyak dan darimana saja kafein yang telah dan akan masuk ke tubuh Anda hari ini…

Siapa bilang kopi memberi efek buruk?

Segala sesuatu yang berlebihan memang memberi efek yang tidak baik. Jangankan kopi, hal-hal lain yang overdosis pasti akan memberi efek yang kadang tidak kita inginkan. Pengaruh kopi terhadap kesehatan ini pun sampai sekarang masih menjadi bahan penelitian yang terus diperdalam.

Bagi Anda pecinta kopi, tenang saja…. Selain menjadi stimulus semangat dan membuat mata melek, konsumsi kopi secara teratur dan bijaksana ternyata justru memberi pengaruh yang baik untuk kesehatan kita.

1. Kopi dapat menyembuhkan stroke

Ada anggapan bahwa kopi bisa menyebabkan stroke karena efek kafein yang terkandung di dalamnya dapat meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung berdebar. Namun, peneliti dari Spanyol dan Amerika yang telah melakukan riset terhadap 83.000 orang selama 24 tahun justru menemukan fakta yang mengejutkan.

Dalam data penelitian yang kemudian disimpan dalam Nurses Health Studi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa :

  • Sebanyak 2.280 orang sembuh dari stroke selama penelitian berlangsung.
  • Kelompok perempuan yang mengkonsumsi kopi dalam jumlah paling banyak menunjukkan pengurangan yang signifikan dari risiko terkena stroke.
  • Mengkonsumsi 2-3 cangkir kopi per hari adalah ukuran yang ideal. tapi jika lebih dari itu justru benefitnya berkurang, meski perbedaannya tidak terlalu jelas terlihat.
  • Manfaatnya ditemukan jauh lebih banyak pada perempuan yang tidak merokok atau telah berhenti merokok.
  • Kopi tanpa kafein juga memiliki efek melindungi yang sama, dengan takaran minimal dua cangkir sehari.

(lihat majalah Luar Biasa, edisi Juli 2009)

Selain itu, sebuah studi atas lebih dari 83.000 wanita berusia lebih dari 24 tahun menunjukkan mereka yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko terkena stroke 19% lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mimum kopi. Studi terhadap sejumlah pria di Finlandia menunjukkan hasil yang sama.

2. Konsumsi kopi beberapa cangkir sehari dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, pembentukan batu ginjal, kanker usus besar, penyakit parkinson, kerusakan fungsi hati (sirosis),  penyakit jantung serta menghambat penurunan  daya kognitif otak. (Harvard Women’s Health)

  • Diabetes.

Dua puluh studi yang dilakukan di seluruh dunia menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga  50%. Para peneliti menduga penyebabnya adalah asam klorogenik di dalam kopi berperan memperlambat penyerapan gula dalam pencernaan. Asam klorogenik juga merangsang pembentukan GLP-1, zat kimia yang meningkatkan insulin (hormon yang mengatur penyerapan gula ke dalam sel-sel). Zat lain dalam kopi yaitu trigonelin (pro vitamin B3) juga diduga membantu memperlambat penyerapan glukosa.

  • Kanker.

Riset secara konsisten menunjukkan bahwa kopi mengurangi risiko kanker hati, kanker payudara, dan kanker usus besar.

  • Sirosis.

Kopi melindungi hati dari sirosis, terutama sirosis karena kecanduan alkohol.

  • Penyakit Parkinson.

Para peminum kopi memiliki risiko terkena Parkinson setengah lebih rendah dibanding mereka yang tidak minum kopi.

  • Fungsi kognitif.

Studi atas 4.197 wanita dan 2.820 pria di Perancis menunjukkan bahwa meminum setidaknya tiga cangkir kopi sehari dapat menghambat penurunan fungsi kognitif otak akibat penuaan hingga 33 persen pada wanita.

Namun, manfaat yang sama tidak ditemukan pada pria. Hal ini mungkin karena wanita lebih peka terhadap kafein.

3. Dalam sebuah tulisan di web kopitips, yang diadaptasi dari Coffee: A Guide to Buying, Brewing & Enjoying; Espresso: Ultimate Coffee; and Home Coffee Roasting: Romance & Revival. St. Martin’s Press) by Kenneth Davis, memuat manfaat konsumsi kopi dengan kesehatan sebagai berikut :

  • Mengurangi resiko kanker usus besar sampai 25%

(dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi kopi),

  • Mengurangi resiko batu empedu sampai 45%,
  • Mengurangi resiko sirosis hati sampai 80%,
  • Mengurangi resiko penyakit Parkinson 50-80%,
  • Mengurangi frekuensi serangan asma sampai 25%
  • Menurut pengamatan banyak perawat selama beberapa tahun, mengurangi tingkat bunuh diri.

4. Kopi tidak menghilangkan bakteri baik

Sebuah riset yang dilakukan di Swiss, terhadap 16 orang dalam kondisi sehat yang diberikan tiga cangkir kopi per hari selama tiga minggu menunjukkan secara umum tidak ada perubahan signifikan pada jumlah bakteri baik yang ada di perut. Bahkan, setelah mengkonsumsi kopi, salah satu jenis bakteri baik  (yaitu : Bifidobacterium) jumlahnya meningkat.

Setelah membaca fakta-fakta di atas, selama tidak mengkonsumsi kopi secara ugal-ugalan, sepertinya tidak ada alasan bagi pecinta kopi untuk menghentikan kebiasaannya, kan?

2 responses to “saatnya berhenti minum kopi?

  1. Wah…saya tidak terlalu suka kopi, apalagi kopi hitam. Lebih nikmat minum teh panas kayaknya…haha

    • hahhaa kopi atau teh, ini cuma soal selera aja sebenernya..
      klo tempat ngeteh aku blm punya referensi hehee..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s