menikmati kopi aceh..

Kalau saya ditanya kopi apa yang rasanya paling mantab, saya pasti akan jawab kopi hitam ! Apa saja jenisnya, dari daerah mana saja, yang jelas kalau itu kopi hitam pasti akan sangat menggoda untuk dicoba.. Termasuk diantaranya adalah kopi Aceh.

Sebenarnya, Indonesia yang dikenal sebagai pengekspor kopi terbesar keempat di dunia ini punya banyak kopi tradisional, mulai dari Aceh, Lampung, Gresik, Bali, sampai Toraja. Entah kenapa sejak pertama kali mencicipi kopi Aceh, rasa kopinya telah membuat saya ketagihan dibandingkan kopi-kopi tradisional yang lain. Padahal, saya tidak pernah tahu soal perbedaan karakter kopi hehehe.. Pokoknya beda aja deh di lidah saya, karena rasa pahit, asam, dan manisnya cukup pas.

Suatu hari, ayah saya sedang bertugas bersama kawannya yang berasal dari Aceh. Singkat cerita, ternyata mereka akan saling menukar oleh-oleh khas daerah masing-masing. Sang teman penasaran dengan batik Solo, sedangkan ayah saya sudah lama pengen rencong asli Aceh. Oleh-oleh itu akhirnya ditambah special request dari sayaΒ  berupa kopi Aceh, sebab saya sangat penasaran ngopi dengan bubuk kopi yang langsung dibawa dari Aceh. Sekalian, biar ngirit nggak perlu ke coffeeshop demi secangkir kopi nikmat itu hehehe…

Agak surprise juga saat tahu dapat oleh-oleh setengah kilo bubuk kopi Aceh, lumayan juga kan bisa buat stok beberapa bulan hehe.. Dan kopi ini memang benar-benar mantab ! Apalagi, jika kopi hangat tersebut dicampur dengan (sangat) sedikit gula, dan dinikmati sambil melihat hujan atau sembari mengobrol dengan kawan-kawan. Saya tidak bisa berhenti memuji kopi ini, yaaahh.. setidaknya sampai saya berhasil mendapatkan kopi yang bisa menandinginya. Tapi, ada sedikit catatan tentang kopi ini, yaitu jangan lupa menyaring kopi ini sebelum dinikmati. Ampas kopi ini cukup banyak dan bisa mengganggu kita dalam menikmati kopi yang masih hangat-hangatnya. Bisa-bisa kita justru akan mengunyah biji kopi yang mengambang tersebut daripada menyeruput air kopinya (sebuah fakta buruk buat saya karena yang membuat saya suka dengan kopi hitam ya ampasnya itu…).

Ah, terlepas dari kisah si ampas tersebut, kopi Aceh selalu menggoda buat saya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s