dari lempuyangan ke bulaksumur..

Suatu hari, saya membaca status fesbuk seorang teman yang kesulitan menemukan transportasi dari stasiun Lempuyangan ke UGM. Dia harus berjalan kaki cukup jauh sebelum akhirnya menemukan busway yang membawanya ke salah satu kampus terbesar di Indonesia tersebut. Sesampai disana, teman saya mengeluh karena masih harus berjalan jauh dari halte busway menuju tempat yang dia maksud.

Apa yang ditulis teman saya itu mengingatkan pengalaman pribadi saya ketika pertama kali datang ke Jogja untuk mengantar berkas pendaftaran UM. Bersama dua kawan, transportasi yang kami tahu untuk sampai ke UGM hanyalah becak. Tiga orang remaja adalah jumlah yang cukup banyak untuk diangkut satu becak, sedangkan untuk dua becak tentu saja kami yang masih sangat awam tentang Jogja agak keberatan menggunakan angkutan yang terpisah. Akhirnya, kami menawar satu becak seharga Rp 15.000,00 untuk mengangkut kami bertiga ke kampus. Harga yang cukup mahal untuk ukuran tahun 2004, namun karena melihat tukang becak yang sampai ngos-ngosan mengangkut kami bertiga, hal tersebut mungkin sebanding (setelah dipikir lagi, saat itu kok kami seperti kurang berperikemanusiaan ya?).

Pengalaman di atas tidak akan terjadi seandainya kami tahu jenis alat transportasi apa saja yang bisa kami pakai. Mengetahui alternatif transportasi sangat penting agar tidak kena tipu, entah itu dengan alasan menghemat waktu, biaya, maupun kepraktisan.Β  Begitu pula mengetahui berapa harga yang harus dibayarkan untuk menggunakan jasa transportasi yang diinginkan. Kini, setelah beberapa tahun berselang, mungkin pengalaman saya bisa membantu teman-teman yang kebingungan bagaimana cara menuju kampus UGM dari stasiun Lempuyangan.

  • Taksi.

Di depan stasiun banyak sekali taksi yang menawarkan jasanya. Jika datang beramai-ramai antara tiga sampai empat orang, transportasi ini layak dipilih. Saran saya, pilih taksi yang memakai argo. Biasanya sopir taksi akan langsung mematok harga 20-30 ribu untuk mengantar (tanpa argo). Cobalah minta taksi yang memakai argo, karena biaya yang dikeluarkan akan lebih hemat yaitu sekitar 15-20 ribu rupiah.

  • Ojek.

Ojek adalah pilihan saya ketika mengejar waktu ke kampus. Ketika Anda turun dari kereta, bisa dipastikan para tukang ojek akan menyambut kedatangan Anda dan menawarkan jasa mereka. Saran saya, pilih tukang ojek yang berasal dari perkumpulan tukang ojek stasiun. Biasanya mereka memakai rompi khusus berwarna seragam, yang bertuliskan nama perkumpulan dan indentitas keanggotaanya di rompi bagian belakang. Harga standar yang ditawarkan ojek untuk jasanya adalah 10ribu, tapi Anda bisa menawarnya antara 7-8 ribu. Itu adalah harga yang pas.

Ojek juga mempunyai pos pangkalan di depan stasiun. Semakin berjalan ke arah barat biasanya Anda semakin bisa menawar harga jasa ojek. Bahkan, ada beberapa tukang ojek yang terang-terangan menawarkan harga 5 ribu rupiah untuk mengantar Anda ke kampus. Sebaiknya Anda pastikan betul apakah dengan 5 ribu rupiah itu benar-benar akan mengantar Anda ke tempat yang dimaksud. Bukannya mau berburuk sangka, sharing cerita dari seorang kawan saya ini sepertinya patut dipertimbangkan sebagai alasan kenapa Anda harus benar-benar memastikan uang yang Anda bayar akan sesuai dengan tujuan Anda : Dia naik ojek ke kampus dengan harga 5 ribu dan di tengah jalan tukang ojeknya meminta uang tambahan. Karena kesepakatan awal adalah 5 ribu rupiah hingga ke kampus, teman tersebut menolak. Akhirnya, bukannya sampai kampus, penumpang tersebut malah diturunkan di tengah jalan.

  • Bis kota.

Ini adalah tranportasi andalan para mahasiswa menuju kampus. Apalagi saat Prameks baru datang di pagi hari, biasanya bis ini akan menjadi sesuatu yang paling dinanti oleh banyak orang.

Satu-satunya bis kota yang melewati daerah Lempuyangan adalah Kopata jalur 6. Dari pintu keluar stasiun, Anda harus berjalan ke arah barat (sisi kanan) sekitar 200m hingga bertemu pertigaan. Bis ke arah selatan akan menuju terminal, sedangkan bis menuju UGM akan menghadap arah utara (akan melewati perlintasan kereta). Menunggu bis jalur 6 lewat memang perlu waktu ekstra, apalagi jika Anda menunggunya bukan di waktu-waktu kereta datang. Para calon penumpang biasanya akan menunggu datangnya bis di depan warung kecil di ujung pertigaan. Ongkos sekali jalan bis ini adalah Rp 2.500,00.

  • Becak.

Jarak dari stasiun ke kampus naik becak sebenarnya agak jauh. Sejak mengenal bis kota, saya sudah tidak pernah lagi menggunakan becak sebagai transportasi andalan. Jadi, saya tidak tahu pasti berapa perkiraan harga jasa becak sekarang. Kalau lima tahun lalu, saya bersama dua teman lainnya harus membayar 15 ribu untuk menumpang di satu becak, mungkin sekarang 15 ribu tersebut hanya untuk satu orang per becaknya.

  • Busway.

Sampai saya menulis ini, tidak ada jalur busway di sekitar Lempuyangan. Jika Anda mau merasakan naik busway, Anda harus berjalan cukup jauh seperti pengalaman teman saya di awal tulisan ini. Kali ini, busway bukan pilihan yang praktis yang saya anjurkan.

  • Jalan kaki.

Kecuali Anda adalah seorang pejalan kaki sejati atau sesorang yang sedang mempraktekkan jalan kaki lebih dari 10.000 langkah per hari, lebih baik tidak memilih alternatif ini. Belum lagi cuaca Jogja yang sering panas menyengat di siang hari, lebih baik dipikirkan ulang bila Anda ingin berjalan kaki.

8 responses to “dari lempuyangan ke bulaksumur..

  1. alternatif lain adalah minta jemput teman kos/ kenalan di Jogja, hehe
    terima kasih atas informasinyaπŸ™‚
    besok rencana mau naik bus jalur 6πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s