selamat datang di dunia suporter

Di jagad ini, kelompok suporter muncul dengan dobrakannya yang luar biasa. Dari Eropa hingga Amerika Latin, kelompok suporter menunjukkan taringnya sebagai pendukung yang fanatik. Keragaman identitas yang diusung kelompok suporter ini pun tak jarang menjadi suatu kekuatan tersendiri yang membuatnya berbeda dengan kelompok yang lain.

Fenomena suporter yang paling terkenal adalah keberadaan hooligan. Kelompok suporter yang satu ini mempunyai kharisma tinggi yang membuatnya disegani sekaligus dipergunjingkan berbagai kalangan. Hooligan muncul dan berkembang di Inggris Raya , terutama Inggris dan Skotlandia. Dapat dikatakan bahwa hooligan menempatkan dirinya sebagai kelompok yang lebih tinggi dan mahsyur dibandingkan kelompok suporter lainnya. Hal ini mengingat tujuan utama hooligan adalah meningkatkan status formasi mereka dalam konfrontasi dengan pesaing sehingga hooligan ini tak jarang mengintimidasi lawan, mengejek, menyerang, memukul, menciderai, bahkan mengejar mereka yang dianggap sebagai lawannya. Dengan demikian, stereotip sebagai kelompok suporter yang brutal pun melekat pada hooligan.

Kelompok suporter lainnya yang tak kalah terkenal dari hooligan adalah ultras, yang berbasis di Eropa Selatan. Ultras mempunyai sifat yang lebih ekstrem dibandingkan kelompok supoter lainnya, karena lebih ekspresif, terorganisir, berkomitmen, dan militan. Mereka tak segan berkumpul di stadion jauh sebelum pertandingan dimulai, menyataan kesetiaannya kepada klub secara terbuka, menutupi wilayahnya dengan spanduk yang menyatakan identitas mereka, dsb. Nama ultras muncul pertama kali di tahun 1971 dari fans Sampdoria di Genoa. Fenomena ultras ini lantas menyebar ke seluruh penjuru Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, hingga pecahan Yugoslavia. Contoh dari ultras yang terkenal adalah Brigade Rossoneri (AC. Milan), Drughi (Juventus), Skins (Inter), dan Teddy Boys (Udinese).

Tak hanya di Eropa, di Amerika Latin pun kelompok suporter juga mempunyai keragaman dan kekuatan yang luar biasa. Di Argentina muncul barras bravas yang biasanya cenderung menjadi satu-satunya kelompok fans khusus bagi suatu klub. Kelompok suporter ini mempunyai daya tawar yang cukup tinggi, karena mempunyai massa fanatik dan dapat menentukan struktur organisasi sebuah klub sepakbola. Dengan demikian, barras bravas merupakan elemen penting yang dapat dijadikan sebagai modal utama, tak hanya bagi kandidat pengurus klub sepak bola yang bersangkutan, tetapi juga sebagai alat intimidasi politik dalam pemilu lokal. Contoh barras bravas yang terkenal adalah La 12 yang merupakan pendukung dari klub Boca Juniors.

Berbeda dengan fenomena suporter di Argentina, Brazil yang dikenal sebagai gudangnya pemain sepak bola bertalenta juga mempunyai budaya suporter yang tidak kalah unik. Kelompok suporter ini lebih dikenal sebagai fans sepak bola karnaval dan mulai muncul di awal tahun 1940-an, melalui Charanga Rubro Negra. Fans karnaval ini sangat atraktif karena berkumpul sambil menari dan bernyanyi, baik di dalam maupun di luar stadion. Selain itu, kekhasan dari fans karnaval ini adalah komunitasnya yang secara sosial cenderung menetap dan bahkan terikat (menikah dan mempunyai keturunan). Namun, fans karnaval ini pada tahun 1974 mulai tergeser oleh kelompok fans yang lebih agresif dan partisan, seperti yang ditemukan pada Gavioes da Fiel at Corinthians (Sao Paolo) dan Raca (Flamengo).

2 responses to “selamat datang di dunia suporter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s