kriiiing… someone out there, I’m FINE !!

Siang yang penat.

Dari kemarin saya terserang PMS, keadaan ini membuat saya begitu emosional. Kemarin juga, maag saya kambuh karena telat makan. Bahkan sampai sekarang, perut saya terasa masih melilit nggak ketulungan, meskipun saya sudah minum obat seperti yang dianjurkan dokter. Dua puluh menit yang lalu, pacar uring-uringan di telepon, komplain karena merasa kurang diperhatikan. Akhir-akhir ini, saya dianggap lebih memilih berduaan dengan laptop daripada kencan dengannya di akhir pekan. Satu jam lagi, laporan analisa keuangan harus sudah ada di meja si bos. Kerja lembur seminggu belakangan tidak menjadi solusi efektif karena sampai detik ini laporan tersebut masih jauh dari kata selesai. Belum lagi, keadaan di rumah yang jadi kacau karena ibu mendadak sakit dan harus opname, padahal tiga hari lagi kakak perempuan saya akan melangsungkan pernikahannya.

Kriiiiing…..

08567891xxx calling…

“Halo, selamat siang…”

“Halo. Siang.”

“Ini Eva, kan?”

“Iya.”

“Eva Adianata, kan?”

“Iya. Ini siapa?”

“Aduh, Va. Masa lupa?”

“Maaf, tapi nomer Anda tidak tersimpan di ponsel saya.”

“Wah…sombong !”

Sorry??”

“Ini aku, temen lama.”

“Iya. Siapa?”

“Aduh…masa nggak tahu, sih.”

Penting???

“Punya nama, kan?”

“Segitunya, deh. Jangan marah dulu, Non.”

“Apa susahnya, sih, nyebut nama sendiri?”

Bete.

“Iya, deh. Sorry…sorry….”

So?”

“Tenang…. Ini Gusti.”

Ini Gusti siapa lagi?! Nggak ada orang sekitar saya, kenalan, atau teman sekolah yang bernama Gusti, atau apapun yang mengandung nama Gusti, atau dapat disebut dengan nama Gusti.

“Nah, gitu dari tadi, ngapa. Demen banget maen tebak-tebakan.”

“He..he..he..”

Wasting time.”

“Sengit amat.”

“Saya lagi sibuk.”

“Tuh kan sekarang sombong.”

“Apa?”

Ya Tuhan, semoga percakapan nggak penting dengan orang sok kenal ini segera berakhir.

“Nggak. Cuma mau say hi aja.”

“Oh.”

“Kamu apa kabar?”

I’m fine.”

Good, me too.”

“Nggak nanya, tuh.”

“Ha..ha..ha… kan cuma pemberitahuan. Selera humormu payah, ah, Va.”

Eh, apaan sih ini? Kenal juga enggak, kok, sok tahu.

“Kamu fine beneran, kan?”

I hope so.”

“Lho, kok?”

“Nggak cuma fine, tapi juga FINE.”

How come? What do ya mean, hunny?”

Hunny? Wah, orang ini nggak waras, dibaik-baikin malah ngelunjak.

Yeah…fine. I think I’m FINE. Do you know what?

What? Try to tell me.”

FINE. F-I-N-E. Frustrated, Insecure, Neurotic, and Emotional.”

“Hah??? Kenapa, hunny?”

Tut..tut…tut….

The telephone you’re calling is switch off. Please try again later.

(November 2007)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s