Sejuta Pesona di Kota Toea

Beberapa minggu yang lalu, Sabtu, 16 Oktober 2010, akhirnya saya dengan kawan saya yang bernama Ika jadi juga jalan-jalan ke Kota Toea. Keinginan mengunjungi salah satu situs budaya di Jakarta ini sudah muncul sejak lama, hanya saja tidak kunjung kesampaian karena berbagai hal.

Saya janjian dengan Ika di shelter busway Fly Over Raya Bogor, tepatnya di dekat perempatan Pasar Rebo. Satu-satunya transportasi yang gampang yang kami tahu, selain naik kereta, ya naik busway. Dari Pasar Rebo, diperlukan dua kali transit sebelum menjejakkan kaki di kompleks Kota Toea. Pertama, transit di shelter PGC, kemudian naik busway ke arah Harmoni. Setelah transit di Harmoni, kami tinggal pilih busway menuju arah Kota Toea.

Cukup excited saat turun di shelter Kota Toea, yang letaknya di depan Stasiun Jakarta Kota. Maklum, baru pertama kali ke sini jadi dalam hati saya masih agak norak. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Museum Bank Mandiri, yang letaknya persis di seberang jalan shelter busway. Dari Museum Bank Mandiri, kami berjalan ke arah kiri menuju bagian lain dari kompleks Kota Toea. Agak meleset dari yang saya bayangkan, Kota Toea pada siang ini sudah hampir seperti sunmor alias Sunday morning market, pasar kaget setiap hari Minggu pagi di dekat lembah UGM. Banyak pengunjung, banyak penjual, dan banyak pula barang dan jasa yang ditawarkan, mulai dari ojek sepeda, aksesoris, makanan dan minuman, hingga bikin tato.

Bangunan di Kota Toea cukup mengesankan, bangunan tua berpadu dengan beberapa bagunan baru dan ditata dengan apik. Rasanya kami sedang berada di sebuah kompleks dengan dengan bangunan-bangunan yang merupakan pertemuan arsitektur gaya kolonial dengan sentuhan modern (Nah lo, apa bahasa yang kira-kira tepat untuk menggambarkan hal ini?).

Perjalanan di kompleks Kota Toea ini ibaratnya wisata museum. Hal ini tak lepas dari keberadaan beberapa museum di kompleks ini. Selain Museum Bank Mandiri, di tempat ini berdiri pula Museum Sejarah Jakarta, Balai Seni Rupa (Museum Seni Rupa dan Keramik), kantor Pos Indonesia, dan juga Museum Wayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s