Mengunjungi Imogiri

Imogiri, lebih tepatnya jika sedang menyebut Pajimatan Imogiri merupakan sebuah kompleks pemakaman raja-raja Mataram, yang terletak +/- 18 kilometer di selatan kota Yogyakarta.

Kompleks pemakaman ini dibangun sekitar tahun 1632 oleh Sultan Agung. Dalam buku Riwayat Pasareyan Imogiri disebutkan bahwa Sultan Agung telah lama menyiapkan makam ini. Dikisahkan bahwa Sultan Agung setiap Jumat menunaikan sholat di Mekkah dan beliau sebenarnya ingin dimakamkan di sana. Namun sayangnya, keinginan tersebut ditolak oleh pejabat agama di Mekkah. Sebagai gantinya, Sultan Agung diberi segenggam pasir dan disarankan untuk melempar pasir itu ke Pulau Jawa.Β  Tempat dimana pasir itu jatuh itulah yang akan dipakai sebagai makam Sultan Agung. Pasir tersebut jatuh di Giriloyo, tetapi di tempat tersebut Gusti Pangeran Juminah atau Sultan Cirebon ternyata telah menunggu dan meminta untuk dimakamkan di tempat itu. Sultan Agung marah dan meminta Sultan Cirebon untuk segera meninggal. Kemudian, pasir tersebut kembali dilemparkan oleh Sultan Agung dan akhirnya jatuh di Pegunungan Merak atau yang kini dikenal sebagai makam Imogiri.

Lokasinya yang berada di atas bukit, membuat kita harus menaiki ratusan anak tangga terlebih dahulu sebelum sampai di areal pemakaman. Berapa jumlah pasti anak tangga yang harus kita naiki? Itulah misterinya karena setiap orang yang mencoba menghitung anak tangga tersebut biasanya akan mendapatkan jawaban yang berbeda. Ada mitos jika kita berhasil menghitung anak tangga dengan tepat, maka keinginan kita akan terkabul. Beberapa orang menyebut 409, namun beberapa yang lain sepakat menyebut 345 sebagai jumlah anak tangga menuju makam Imogiri.

Memasuki pemakaman Imogiri, tentu tidak seperti memasuki kompleks pemakaman biasa. Di sini, pengunjung makam wajib mengenakan pakaian “khusus”. Bagi pengunjung laki-laki, diwajibkan memakai pakaian pranakan, berupa satu setel kain, surjan, dan blangkon. Sedangkan bagi pengunjung perempuan, wajib memakai kain dan kemben. Pakaian tersebut tidak harus repot dibawa pengunjung dari rumah, karena pengelola makam telah menyediakan jasa peminjaman pakaian dengan tarif Rp 5.000,00.

Jika sedang berkunjung ke Jogja, tak ada salahnya kita mengunjungi kompleks pemakaman ini. Tentu saja, di sini bukan untuk wisata hura-hura, namun untuk berziarah sekaligus mengenal sisi lain dari budaya Jawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s