Karylle Tatlonghari: ‘The Kitchen Musical’ Membuatku Lapar

My interview with Karylle, Jakarta, Nov 2011

SEORANG gadis muda sedang sibuk di dapur restoran terkenal The Avilon. Tangannya dengan cekatan mencampur bumbu dan bahan masakan lainnya menjadi makanan lezat. Ya, dialah Maddie Avilon, koki jebolan Le Cordon Bleu, Prancis, yang kisahnya menjadi cerita utama The Kitchen Musical.

Aktris yang beruntung memainkan peran itu adalah Karylle Tatlonghari. Dibandingkan dengan Christian Bautista yang juga bermain di The Kitchen Musical, mungkin wajah wanita kelahiran 22 Maret 1981 itu, masih asing bagi penikmat serial televisi di Indonesia. Tapi di negeri asalnya Filipina, ia adalah salah satu selebriti papan atas. Tak hanya berakting, pemilik nama lengkap Ana Karylle Padilla Tatlonghari ini juga piawai bernyanyi, menari, menulis blog, dan membawakan acara televisi.

“Aku menari, bernyanyi, dan akting. Kalau pun sekarang aku menulis blog tentang makanan, ini semua saling terhubung,” ucapnya saat ditemui metrotvnews.com di Grand Lobby Metro TV, Jakarta, Rabu (16/11).

Meski telah memiliki nama besar di negaranya, bukan berarti ia memperoleh peran Maddie dengan mudah. Setahun lalu, ia harus melewati audisi di Manila untuk mendapatkan peran itu.

Sebagai Maddie Avilon, diakui Karylle, membawa banyak pengalaman menarik sekaligus menggelikan baginya. Bukan bernyanyi atau koreografi yang sulit yang menjadi tantangannya di The Kitchen Musical.

“Percaya atau tidak, aku selalu merasa lapar,” ungkap Karylle.

“Karena aku selalu berbicara tentang makanan, melihat acara memasak hampir setiap hari, membaca buku-buku resep. Dan karena ada banyak makanan di sekitarku. Aku juga melakukan food-trip sebagai risetnya. Ini seperti hal baik dan hal buruk sekaligus” lanjutnya.

Disamping melakukan riset untuk menghidupkan peran Maddie, Karylle bahkan tak segan mengambil kursus singkat di sekolah kuliner. Ia benar-benar berusaha keras untuk masuk dalam karakter chef perempuan yang dimainkannya. Tak heran, ia pun menonton video acara kuliner, mencari tahu informasi para chef yang mungkin belum pernah ia dengar sebelumnya, melakukan food-trip, menulis blog makanan untuk yahoo, dan bertanya langsung dengan para chef, terutama chef perempuan.

Meskipun berperan sebagai jago masak, Karylle justru mengaku dulu dia takut dengan kegiatan dapur itu.

“Pada awalnya, aku takut memasak. Di televisi, aku selalu melihat orang memasak dengan sempurna. Tapi aku sadar, kita akan sulit mempelajari sesuatu jika kita merasa harus sempurna.”

“Lalu aku memulainya dengan belajar memanggang. Semua orang bisa memasak, tapi tak semua orang bisa memanggang, kan? Jadi setelah aku menemukan kepercayaan diriku di dapur, maka saat itulah aku mulai memasak,” kenang wanita yang suka membuat cake itu.

“Saat di Singapura, aku suka sekali memasak. Tapi saat di Manila, aku tak melakukannya,” lanjut host acara Showtime di Filipina itu.

Karylle tak memungkiri The Kitchen Musical yang disiarkan di berbagai negara itu telah membuatnya semakin terkenal. Tapi menurutnya, sejak awal dia tak pernah membayangkan itu akan menjadi jembatan baginya untuk go international.

“Menurutku, musik dan makanan adalah hal yang bisa menghubungkan manusia, tak peduli apa agama maupun bahasa mereka. Ini adalah hal yang universal,” ujar pemilik album ‘Road Trip’ ini.

“Aku beruntung mendapat kesempatan itu,” tutupnya.(*****)

——————————

Tulisan ini bisa dibaca juga di :

http://metrotvnews.com/read/behindscenedetail/2011/11/24/111/Karylle-Tatlonghari-The-Kitchen-Musical-Membuatku-Lapar

(24 Nov 2011)

Β 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s