Rifat Sungkar: 2012 Tahun Kebangkitan Dunia Balap Nasional

Interviewing Rifat, November 2011

Pecinta otomotif di Tanah Air pasti mengenal sosok yang satu ini. Ya, Rifat Sungkar. Nama pria kelahiran Jakarta, 22 Oktober 1978, itu tak asing lagi karena sering mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional lewat reli.

Rifat dikenal sebagai sosok pebalap low-profile. Saat ditemui metrotvnews.com di Grand Lobby Metro TV, Jakarta Barat, beberapa saat lalu ia tak segan membagikan pendapat dan pengalamannya di dunia otomotif. “Saya rasa di tahun 2012 adalah sebuah tahun kebangkitan balapan nasional. Selama ini bisa dibilang kita lagi tidur,” kata Rifat.

Rifat sangat yakin dunia balap nasional akan semakin moncer tahun depan. Pasalnya, balap yang dulu ‘mati suri’ di Indonesia, kini kian banyak yang menyelenggarakan. Peminatnya juga kian bejibun. Jika dulu sebuah kejuaraan roadrace diikuti paling banyak seratus peserta, kini bisa mencapai 300-400 orang. Belum lagi lomba-lomba lain, seperti drifting dan off-road.

“Kalau reli dulu sempat mati juga. Tapi kalau event-nya mati, bukan berarti olahraganya ikut mati, kan? Oleh sebab itu kita harus kreatif, termasuk ikut event-event ke luar negeri,” ungkap Rifat.

Pebalap tim Pertamina di kancah reli Asia-Pasifik ini optimistis itu akan terwujud. Apalagi, beber Rifat, penjualan kendaraan bermotor di Tanah Air saat ini meningkat sekitar 30 persen dari tahun lalu.

“Tapi perlu diingat, untuk menjadi seperti saya perlu 12-14 tahun. Ada banyak pebalap Indonesia yang bisa dibilang one hit wonder kayak anak band, dua atau tiga tahun hilang,” ujar Juara 2 Asia Cup di Asia Pacific Rally Championship seri 1 tahun 2010 itu.

Menurut Rifat, untuk menjadi pebalap berkualitas, seseorang perlu tiga hal, yaitu kemauan, komitmen, dan konsistensi. Jika tiga hal itu bisa disinergikan dengan baik, dia yakin dunia balap dan para pebalap di Indonesia akan semakin maju.

Tak hanya pebalap, pemerintah dan pihak-pihak terkait pun harus memegang teguh tiga hal itu. Tak hanya soal mensponsori pebalap, tapi juga melakukan pembibitan dan pengarahan, serta pembenahan sistem kejuaraan dan organisasi.

“Jika dilihat, banyak yang punya visi-misi ingin ke luar negeri, mau berkarir dan menang di luar negeri. Tapi yang mereka lupa, organisasi nasional juga harus punya program jelas. Sebelum mengirim seseorang ke luar negeri, harus bener dulu kejuaraan di sini. Banyak pebalap Indonesia punya duit. Duit bisa beli mobil kenceng, tapi nggak bisa beli skill. Jadi kalau bisa, siapkan diri yang matang, baru berangkat ke luar negeri karena urusannya nanti adalah membela nama Indonesia,” bebernya.

Diakui Rifat, menjadi pereli atau pebalap bukanlah hal mudah. Perlu proses panjang dan persiapan matang untuk berprestasi. “Kalau orang beranggapan balapan itu cuma nyetir kencang dan menang, itu salah. Karena menyetir kencang dan menang itu tidak cukup kalau tidak didukung tim yang bagus, mekanik yang canggih, dan mental kuat. Jadi, kita memang harus mempersiapkannya,” kata juara Nasional Sprint Rally 1998-2002 ini.

Rifat tidak memiliki kesan khusus dalam setiap balapan yang diikutinya. Setiap balapan yang dilalui menawarkan pengalaman berkesan bagi Rifat. Bagi Rifat, balapan yang berlangsung dari kota ke kota, bahkan dari negara ke negara, tak hanya membutuhkan keterampilan mengemudi, tapi juga kemampuan beradaptasi yang baik.

“Hal-hal yang kita lewati bersama tim atau navigator selalu berbeda-beda, jalanannya dan karakternya beda, cuacanya beda. Yang bisa saya simpulkan, di dunia balap itu nggak cuma harus bisa menyetir, tapi juga harus bisa beradaptasi dengan lingkungan,” kata Rifat. (******)

————————–

Baca juga tulisan ini di :

http://metrotvnews.com/read/behindscenedetail/2011/11/30/115/Rifat-Sungkar-2012-Tahun-Kebangkitan-Dunia-Balap-Nasional

(30 Nov 2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s