Patung Kristus Raja

imagesaPatung Kristus Raja. Ya, satu kalimat itu yang tertanam di otak saya saat menyebut kata Dili, Timor Leste. Maklum, patung ini sudah seperti landmark kota yang wajib didatangi di negeri yang pernah diperintah Xanana Gusmao tersebut. Seperti halnya belum afdol ke Jogja kalau belum melihat Tugu Jogja, anda pun seolah belum resmi ke Timor Leste kalau tidak berkunjung ke sana.

Tempat suci umat Katolik ini dibangun di bukit Fatucama, bagian timur Dili. Sejak didirikan pada Oktober 1996, tempat ini sering dikunjungi masyarakat sekitar untuk berdoa memohon keselamatan. Awalnya, patung ini memang sengaja dibangun sebagai peringatan integrasi Timor Timur ke wilayah Republik Indonesia. Tak heran, patung Kristus Raja dibangun dengan ketinggian 27 meter untuk melambangkan identitas Timor Timur yang saat itu memang menjadi propinsi ke 27 di Indonesia.

Mencapai lokasi patung yang berada di puncak bukit merupakan suatu perjuangan tersendiri, sebab anda harus melewati anak tangga demi anak tangga yang cukup panjang. Tapi jangan khawatir, anda bisa mendaki anak tangga dengan pelan sembari menikmati pemandangan alam, perbukitan, dan keindahan pantai yang mengelilingi Dili. Selain itu, anda di sepanjang jalan menuju puncak, anda akan melewati 14 stasi atau tempat berdoa umat Katolik, yang melambangkan tempat perhentian Yesus Kristus dalam kisah sengsaranya di Bukit Golgota.

Saat didirikan, patung yang dirancang oleh Mochamad Syailillah ini berhasil dinobatkan sebagai patung terbesar kedua di dunia, setelah Christ The Redeemer setinggi 36 meter di Brazil. Selain sebagai tempat ibadah, patung Kristus Raja memang menjadi jujugan para wisatawan. Anda tidak dipungut biaya sepeser pun untuk mengunjungi tempat ini. Yang lebih menyenangkan lagi, di sini tidak ada pedagang asongan, tukang foto keliling, atau pun ojek payung seperti halnya tempat-tempat wisata di Indonesia.

Ada beberapa tips yang berguna jika anda datang ke tempat ini. Pertama, jangan lupa siapkan kamera karena anda akan menemukan kecantikan alam Dili dari puncak bukit Fatucama. Kedua, siapkan air putih atau minuman agar anda tidak dehidrasi sesampainya di puncak bukit. Ketiga, bagi anda yang tidak tahan panas matahari, anda harus menyiapkan topi atau payung agar terhindar dari sengatan mentari. Keempat dan yang paling penting adalah lebih baik berkunjung ke tempat ini pada sore hari.

Sebenarnya, agak susah untuk berfoto lengkap dengan patung Kristus Raja ketika anda berada di puncak bukit. Ada satu lokasi yang memungkinkan anda mendapatkan angle terbaik, tapi untuk menuju ke sana, anda harus ke luar dari pagar pembatas menuju tanah berbatu di arah jam 1 dari tempat sang patung menghadap laut. Tentu saja anda harus berhati-hati, terjalnya bebatuan bisa membuat anda terpeleset dan jatuh dari bukit jika sembono. Nah jika anda sudah menemukan tempat itu, maka cahaya terbaik untuk mengambil foto bersama Patung Kristus Raja ada di sore hari karena tidak akan menyebabkan backlight.

Welcome to Dili, my friends.

20121227-002108.jpg

me, with Patung Kristus Raja behind me

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s