Mirisnya Potret Keberagaman di Indonesia

imagesIndonesia, negeri multikultur yang mengakui adanya berbagai agama dan aliran kepercayaan. Miris sekali rasanya saat keanekaragaman yang menjadi landasan berbangsa dan bernegara tersebut justru terkoyak oleh ulah orang-orang berpikiran sempit. Saya tidak akan berbicara mengenai suatu keyakinan, sebuah benar atau salah, haram atau halal, atau dogma-dogma tertentu. Saya hanya mencoba memaknai sebagai awam, yang tumbuh di tengah-tengah berbagai perbedaan.

Saat MUI mengeluarkan fatwa haram mengucapkan selamat Natal pada umat Kristiani, saat umat gereja Filadelfia dan Yasmin akhirnya harus menggelar misa di depan istana negara karena tidak tak diberi ijin warga sekitar, dan beberapa fakta lain yang mirip, seolah menunjukkan pada kita potret keberagaman yang justru menimbulkan luka. Bukankah seharusnya perbedaan menjadi sebuah anugerah? Toleransi antarumat beragama, bahkan antarumat seagama pun, harusnya diterapkan dan tak lagi menjadi jargon tertulis di buku-buku teks anak-anak SD.

Perbedaan harusnya membukakan mata hati kita untuk saling menghargai satu sama lain. Persoalan keyakinan adalah urusan pribadi masing-masing, tak ada seorang pun yang berhak mencampuri hubungan horizontal seorang umat dengan Tuhannya. Ini mutlak hak prerogatif manusia. Akan jauh lebih bijak jika kita memaknai perbedaan ini dalam perspektif lebih luas, yaitu lingkungan kita yang plural. Sangat sempit ketika kita menjadikan diri kita ekslusif dan merasa lebih unggul dibanding yang lainnya, sehingga merasa paling benar dan berhak mengatur yang lain, termasuk menghalangi orang-orang melaksanakan ibadah. Saya kira, Tuhan umat mana pun juga tidak akan setuju dengan hal-hal demikian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s