Pulau-pulau di Indonesia : FOR SALE !!!

indexBeberapa bulan lalu, Indonesia sempat dihebohkan dengan penjualan beberapa pulaunya melalui salah satu situs jual beli properti yang berbasis di Amerika. Masyarakat sempat geger dan tak sampai hitungan hari, iklan tersebut dihapus. Penjualan pulau-pulau kecil di negeri ini sepertinya acapkali terjadi. Modus yang sering dipakai tentu saja jual beli properti atau persewaan tanah dengan embel-embel private island. Titel sewa ini tentu lebih elegan, daripada langsung disebut dengan istilah menjual pulau. Maklum saja, meski akhirnya peminat pulau-pulau ini adalah investor dari luar negeri, undang-undang di Indonesia tidak mengijinkan pulau-pulau dimiliki oleh orang asing. Meski demikian, toh tetap saja yang sering terjadi adalah “kepemilikan” pulau-pulau tersebut oleh para investor dengan dalih pariwisata. Parahnya, dengan alasan menggenjot pariwisata pula lah, pemerintah daerah setempat pun seolah mahfum dengan mengobral ijin kepemilikan properti di wilayahnya.

Dari beberapa data yang dikumpulkan, berikut beberapa pulau di Indonesia yang sempat memantik kontroversi mengenai kepemilikannya :

  • September 2012

Pulau Gambar di Kalimantan Barat ditawarkan sekitar Rp 6,8 miliar dan Pulau Gili Nanggu di Nusa Tenggara Barat ditawarkan senilai 9,9 miliar melalui situs www.privatesislandonline.com

– 2007
melalui situs www.karangasemproperty.com, Pulau Panjang di Sumbawa, NTB, seluas 33 hektare ditawarkan kepada pembeli.

  • 2009

Pulau Siloinak, Makaroni, dan Kandui di Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, dipajang di laman http://www.privatesislandonline.

  • 2004

Data Departemen Kehutanan Dirjen PHKA Balai Taman Nasional Karimunjawa 2004 menyebutkan, 8 pulau di Karimunjawa memang dimiliki perorangan dan tiga di antaranya milik orang asing.
Ke-8 pulau tersebut adalah Menjangan Besar dimiliki PT Raja Besi Semarang, Menjangan Kecil (PT Awani Dream), Tengah (PT Raja Besi), Sintok (Hendrawan TS), Cilik (PT Raja Besi), Cemara Besar (SUPM Tegal), Menyawakan (Mr Luck dan Mr Hans) dan Kumbang (Mr Jel)

  • 2002

Sejumlah pulau di Batam yang kini sudah dikuasai asing di antaranya, Pulau Petong, Pulau Abang, dan Pulau Segayang. Ketiga pulau ini masing-masing dikuasai WNA asing asal Australia, Vietnam dan Singapura.Penjualan pulau di sekitar Batam ini sudah dilakukan  sejak tahun 2002 lalu.

  • 2007

Dua pulau di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat yaitu Pulau Kumbang dan Pulau Taraju juga telah dijual kepada pihak lain. Pulau Kumbang seluas 1,4 hektare terletak di Nagari Batu Ampa, Kecamatan XI Koto Tarusan, Pesse dibeli oleh Amril kepada pengusaha asal Bali, Ketut Widayarsa, pada 2007.  Sedangkan Pulau Taraju dijual Bastiam pada Liem Tjoei Siok, warga keturunan yang beralamat di Padang, pada 22 Mei 2009.\

  • 2005

Pulau Bidadari di Manggarai Barat disewakan pada warga Inggris Ernest Lawandosky hingga tahun 2035

  • Pulau Kepa di Kabupaten Alor disewakan pada warga negara Prancis
  • Pulau Mengudu di Kabupaten Sumba Timur disewakan pada warga Australia
  • Data dari Tim Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Fisik Kepulauan Seribu menunjukkan, tahun 2000 saja di Kepulauan Seribu terdapat 65 pulau yang dikuasai satu nama, termasuk orang asing
  • Berikut adalah daftar pulau-pulau lainnya yang diketahui sudah terjual yaitu:

1. Pulau Galang Baru di Provinsi Riau, untuk pembuangan limbah berbahaya dan beracun dari Singapura.
3. Pulau Sebatik, yang pasirnya dikeruk dan diangkut ke Singapura.
3. Pulau Panjang  dan Pulau Meriah di Nusa Tenggara Barat.
4. Pulau Bawah, Natuna.
5. Pulau Bengkoang, Pulau Geleang, Puau Kembar,  Pulau Katang, Pulau Krakal Kecil dan Pulau Krakal Besar, Jawa Tengah.

*data diolah dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s