Terima kasih, 2012.

20121227-004005.jpg

I dare you, 2013 ! ^^

Di penghujung tahun 2012, menyambut tahun baru dalam hitungan hari lagi. Sedikit aneh rasanya ketika saya tiba-tiba ingin membuat semacam perenungan, kaleidoskop, dan akhirnya saya tulis di blog. Hahahaa.. aneh karena buka kebiasaan saya berbagi hal yang berbau privasi pada sebuah laman yang bisa dibaca semua orang yang mengakses internet.

Well, 2012 tahun yang cukup berkesan. Sebuah tahun kerja keras dengan segala macam up and down-nya. Saya yakin, Tuhan sangat sayang pada saya sehingga memberikan perjalanan menakjubkan untuk saya.

Tak berharap macam-macam di awal tahun, karena fokus saya hanya satu : menemukan ritme pekerjaan dan membuat diri saya bisa berdiri di sana. Membuat dasar yang kuat itu sudah jauh dari cukup di tahun kedua saya sebagai jurnalis yang sedang berproses.

Datanglah berbagai kesempatan luar biasa, menjelajahi ruang dan waktu, bertemu bermacam-macam orang dengan berbagai karakter, telah memberi pengalaman menakjubkan yang mungkin tak pernah saya pikirkan sebelumnya.

Kesempatan bergabung dengan tim sebuah program indepth dan investigasi sepanjang tahun ini adalah anugerah terindah di tahun ini. Berkesempatan mengunjungi Aceh, Karimun Jawa, Madura, Bandung, Bali, Kupang, hingga Timor Leste. Membahas secara mendalam persoalan politik dualisme sepakbola, minoritas, konflik komunal berbasis agama, hak asasi manusia, pilkada, penjualan pulau, arisan kuota haji, penyelundupan di daerah perbatasan, hingga konspirasi hambalang dan century. Bertemu dan berbincang dengan menteri, kepala daerah, jenderal, romo, antropolog, musisi jalanan, aparat kepolisian, pengamat, pedagang, hingga penyelundup. Apa lagi yang harus saya keluhkan jika pekerjaan ini memberikan apa yang saya mau? Menggelitik keingintahuan saya, mengeksplorasi pengetahuan, dan memotivasi saya untuk belajar lebih banyak lagi? I do really love my job.

Tahun ini saya bertemu banyak orang yang akhirnya mengajarkan saya banyak hal. Saya pun bertemu dengan beberapa kawan yang akhirnya menjadi teman-teman terbaik saya saat ini, mereka yang mau berbagi dunianya dengan saya, memiliki ketertarikan sama, meski dengan karakter yang bertolak belakang dengan saya.

Tahun ini pula saya bertemu seseorang yang membuat saya mau mencoba membuka hati. Saya tidak tahu alasannya secara pasti, entah apa ini yang dinamakan membuka hati atau justru hanyalah mencoba memberi kesempatan untuk sebuah chapter dalam hidup. Yang jelas saya mau mencoba untuk berbagi, meski tentu saja proses ini tak pernah menjadi mudah karena saya pun harus berjuang sekuat tenaga untuk berdebat dengan logika dan hati saya sendiri hingga hari ini. Fase berharap terlalu tinggi, mimpi, lalu terluka, dan patah hati, kemudian berjuang sendiri, sudah saya lewati di masa sebelumnya. Saya tidak tahu kemana kisah saya yang satu ini akan berujung, tapi yang jelas kali ini saya hanya mau mengalir dan berjalan bersamanya secara sederhana, merasakan apa yang perlu dirasakan, tapi tidak ingin berpikir apalagi berharap terlalu muluk.

2012 bagi saya yang seorang interista adalah sebuah tahun istimewa. Ya, Mei tahun ini akhirnya saya bisa melihat secara langsung permainan klub kesayangan saya. Hampir 17 tahun yang mencintai Inter Milan FC, ketika klub itu bertandang ke Indonesia dan bermain di GBK, itu adalah sensasi luar biasa bagi fans seperti saya. Jauh-jauh hari saya sudah membeli tiket, bahkan nge-tag ke produser agar tak dikirim tugas luar kota menjelang hari H. Lucu juga, saya memboyong hampir semua keluarga inti saya untuk menyaksikan pertandingan Inter Milan, padahal di sisi lain saat itu saya juga tengah dikejar transkripan dan naskah deadline. Tutto per mi Internazionale.

Tahun ini saya juga mulai menulis lagi, mungkin bisa dibilang lebih rajin daripada tahun sebelumnya. Beberapa cerpen dan tulisan di blog. Saat ini masih sekenanya, cerita cinta di notes dan perjalanan wisata di laman ini. Yang belum kesampaian adalah beberapa catatan kritis mengenai realita sosial dan politik di masyarakat. Saya ingin menuliskan lagi naskah-naskah yang saya buat setelah program yang saya bikin ditayangkan, sayangnya itulah yang selama ini masih tertunda.

Dan mempunyai waktu untuk membaca sepertinya masih utopia. Tak lagi membaca kumpulan cerpen, tapi kali ini saya harus berusaha bagaimana pun caranya memiliki waktu membaca buku-buku yang memberi gizi otak saya tentang berbagai ilmu yang menjadi konsentrasi dan perhatian saya selama ini, yang mungkin sudah beberapa waktu saya lupakan.

Oh ya, di tahun ini saya menghadiahi diri saya sebuah kamera digital SLR dan kamera instan mini, dua item kamera yang selalu saya impikan. Saya pun sempat menraktir diri dengan one day escape to Bali, kabur sebentar setelah menghadiri pernikahan seorang kawan di sana. Di awal bulan ini pun saya akhirnya mendapatkan tiket backpacker ke luar negeri saya yang pertama. Kemana? Tunggu saja ceritanya bulan depan hehehehee..

Terima kasih Tuhan untuk 2012 yang luar biasa. Saya punya beberapa harapan di Tahun depan, tapi biarlah mengalir saja. Cukup saya dan Engkau yang tahu dan biarkan itu menjadi surprise menyenangkan seperti yang sudah-sudah. Tahun depan sangat mungkin tidak akan lebih mudah, tapi saya yakin mampu melewatinya dengan senyuman.

Welcome to some new journeys. Say hello to 2013 !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s