Lalu, siapa saya?

GambarTiba-tiba pertanyaan ini kembali terlintas di kepala. Tepat di penghujung senja, ketika jam pulang kantor-nya orang-orang kantoran tiba. Jam segini, pulang kantor lebih cepat dari jadwal yang seharusnya memang sedikit menggelikan, dan saya pun makin ingin terbahak ketika pertanyaan ini muncul di kepala.

Apa yang akan orang ingat tentang saya? Ah, menebak-nebak seperti itu terkadang amatlah lucu. Maklum, beberapa bulan terakhir saya memang sedang memiliki resistensi tinggi terhadap bagaimana pandangan orang lain, first impression, strereotip, atau apalah itu yang berbau-bau menilai orang lain. Tapi, kemudian persoalannya adalah pertanyaan tersebut dikatakan oleh diri sendiri pada diri sendiri. Siapa saya?

Jawabannya entah. Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang untuk menjawabnya dibutuhkan waktu seumur hidup.

Sejauh ini, yang saya tahu adalah saya bukan siapa-siapa. Saya bukan anak orang kaya, bukan dari keluarga ningrat, bukan orang yang terlalu religius, bukan seseorang yang selalu ceria dan ramah pada siapa saja. Mungkin saya hanya perempuan dari kota kecil yang sedang mengejar mimpinya di ibukota. Saya bukan orang jahat, tapi juga bukan manusia berhati bak malaikat. Saya adalah saya yang (kadang) absurd.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s