Melongok Wayang Orang di Sudut Metropolitan

wayang orang bharata

Menghabiskan akhir pekan di Jakarta memang menghadirkan seribu pilihan. Tapi bagi mereka yang belum berkeluarga, sebagian besar pilihan tersebut  memang tak jauh dari kesan hura-hura. Pernah terpikir menghabiskan Sabtu, tapi tetap dengan nuansa tradisi? Entah dengan alasan sekedar beromantisasi tentang daerah asal atau hanya  untuk mengapresiasi salah satu simbol budaya bangsa ini.

Di tengah hiruk-pikuk dan segala keruwetan ibukota, cobalah menuju bilangan Senen, Jakarta Pusat. Tepat beberapa meter di sebelah kanan Terminal Senen, berdiri sebuah bangunan tua bernama Gedung Wayang Orang Bharata. Yupz, jika ingin berakhir pekan dengan cara yang lain dari biasanya, menghabiskan malam minggu dengan menonton wayang orang bisa menjadi alternatif tersendiri.

Pertunjukan wayang orang yang mengambil lakon dari kisah Ramayana dan Mahabarata memang sudah ada sejak abad ke-18.  Namun, di tempat ini seni tradisional tersebut mulai hadir sekitar tahun 1970-an. Menurut pimpinan kelompok Wayang Orang Bharata, Mbah Marsam, pertunjukan wayang wong tak lepas dari pasang surut. Tak heran, kelompok ini sempat vakum di awal tahun 2000 karena gedung pertunjukannya harus direnovasi sebagai salah satu upaya menjaring lebih banyak penonton. Sejak tahun 2006, WO Bharata kembali hadir menyapa masyarakat dengan manggung setiap hari Sabtu jam 20.00 WIB.

Sama halnya dengan berbagai seni budaya bangsa ini, pertunjukan wayang orang sangat sarat filosofi. Dalam pertunjukkan yang menggabungkan seni tari, drama, vocal, hingga tata rias dan panggung, setiap cerita yang ditampilkannya tak hanya bertutur mengenai kisah asmara, melainkan juga lakon kehidupan yang cukup kompleks. Dalam pertunjukan wayang wong, ada berbagai pelajaran yang bisa dipetik, seperti unggah-ungguh, budi pekerti, strategi perang, kenaifan cara pandang manusia, dan lain-lain.

Tertarik menonton pertunjukan wayang orang sebagai pilihan melepas penat? Gampang saja, tinggal angkat telpon untuk reservasi tiket atau langsung datang ke tempat pertunjukan sebelum pagelaran berlangsung. Di gedung full AC yang bersih dan jauh dari kesan seram ini,  tiket dijual dengan harga bervariasi antara Rp 40.000 hingga Rp 60.000. Uniknya, meski tiket bisa dipesan jauh-jauh hari, calon penonton tak perlu repot transfer uang tanda jadi seperti halnya reservasi tiket umumnya. Maklum, sistem saling percaya masih dipegang kuat di sini. Hebatnya lagi, tiket pertunjukan hampir bisa dipastikan selalu sold out setiap minggunya.

Pementasan wayang wong akan disajikan dalam durasi kurang lebih 2 jam, bahkan bisa molor jika para penonton sangat antusias. Tapi jangan khawatir kelaparan, mie ketoprak yang dijual di depan gedung sangat direkomendasikan menjadi menu andalan yang bisa sewaktu-waktu dipesan sebagai pengisi perut.

Untuk mereka yang berasal dari Jawa, pertunjukan ini bisa menjadi hiburan tersendiri yang bisa membawa kembali serangkaian memori dari kampung halaman. Cerita yang ditampilkan setiap minggunya selalu berbeda-beda, namun keseluruhannya dikemas dalam bahasa Jawa kromo inggil dan berbalut gendhing-gendhing Jawa dari yang halus hingga yang rancak. Mungkin, roaming bahasa ini akan menyulitkan mereka yang tidak mengerti bahasa Jawa, tapi yang jelas tidak menyurutkan para penonton dalam menikmati setiap kisah yang ditampilkannya. Dalam beberapa pertunjukannya, WO Bharata bahkan menggandeng sanggar-sanggar lain dan menampilkan bintang tamu, baik dari kalangan budayawan maupun selebriti.

Eksistensi seni tradisional di tengah modernitas warga kota metropolitan tak cukup sekedar diacungi jempol. Sejuta apresiasi layak diberikan sebab tak banyak yang bisa bertahan hingga sekian dekade seperti halnya wayang orang Bharata. Memang, seni ini tak bisa dijadikan tumpuan sumber penghasilan para pemainnya. Namun, jika budaya adalah warisan leluhur yang tak ternilai harganya, maka sepatutnya kita pun ingat jangan sampai seni tradisional seperti ini justru tergerus jaman dan hilang di negaranya sendiri, bukan?

——————————————————————

Notes :

Gedung Bharata Purwa
Jl. Kalilio 15, Senen, Jakarta Pusat
Telp. 021-4244442
Harga tiket : VIP Rp 60.000,- | Kls-1 Rp 50.000,- | Balkon Rp 40.000,-
(Reservasi dapat menghubungi Yunus /  08561211842)
Untuk jadwal dan info lainnya, silakan follow twitter @wobharata

3 responses to “Melongok Wayang Orang di Sudut Metropolitan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s