Review Hotel : Gajahmada Graha Malang

Pernahkah Anda membayangkan menginap di kastil?

indexJika sedang berada di Malang, Jawa Timur, mungkin tidak ada salahnya jika Anda mencoba menginap di Hotel Gadjah Mada Graha. Hotel berbintang tiga yang terletak di Jl. Dr. Cipto No.17 Kota Malang ini dibangun dengan arsitektur khas bangunan Eropa yang menggabungkan arsitektur Romawi kuno dengan gaya gothic. Mau tau kesan pertama saya saat melihat foto hotel tersebut lewat internet ? Woww.. I’m going to be a vampire girl if I spend the night here hahahaaa..

Konsep unik ini mengingatkan saya pada hal-hal berbau vampir di Eropa. Penampilan dari luarnya sudah sangat khas, mirip dengan kastil.Β  Tersedia 44 kamar yang tersebar di 3 lantaiΒ  dengan dominasi warna merah maroon, hijau tua, dan coklat. Kamarnya cukup luas dengan fasilitas lengkap, mulai dari mini bar, coffee maker, TV satelit, free wifi, hingga kamar mandi dengan bath up dan air panas. Memasuki kamar, kesan lega langsung terasa. Karpet tebal, kasur empuk yang besar, gordyn dan lampu-lampu kamarnya menegaskan ke-gothic-an yang menjadi keunggulan hotel ini. Sarapan yang disajikan di restorannya pun cukup variatif dan menggugah selera. Fasilitas yang worth it dengan rate kamar yang dibanderol sekitar Rp 385.000 / nett per malam.

Awalnya, supir yang mengantar saya mengingatkan suara berisik di kamar hotel bisa membuat tidak nyaman. Saya pikir itu karena tahapan renovasi atau apalah itu yang si supir sendiri tidak menjelaskannya. Hal yang tidak terbukti karena saya toh baik-baik saja saat menginap di sana. Tidur pun cukup nyenyak karena pendingin ruangan berjalan lancar. Tapi memang, suara sirkulasi air di kamar mandi kadang cukup mengganggu dan mengagetkan.

Selebihnya, hanya dua catatan saya mengenai kelemahan hotel ini. Pertama, sinyal operator telekomunikasi langsung SOS begitu memasuki kamar, sehingga kita mau tak mau harus mengandalkan wifi. Untungnya koneksi wifi di tempat ini cukup kencang. Lega lah saya karena tidak jadi mati kutu di dalam kamar sendirian. Kedua, meski hotelnya ini unik dan terletak di kawasan strategis, area parkirnya cukup sempit. Alhasil, si supir rela parkir di pinggir jalan atau entah dimana dan baru menjemput saat saya sudah siap menunggu di lobi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s