Ya Taman, Ya Museum, Ya Makam

Patung ini salah satu yang akan menyambut Anda memasuki areal pemakaman.

Patung ini salah satu yang akan menyambut Anda memasuki areal pemakaman.

Mungkin, ini adalah salah satu makam paling menarik di dunia.

Museum Taman Prasasti namanya. Sebuah areal pemakaman di jaman Belanda, yang sekarang dijadikan cagar budaya karena keindahan nisan-nisan kuno yang ada di sana. Di tempat ini, hampir setiap makam dihiasi dengan patung sebagai penandanya. Puluhan orang terkenal di masa lalu pernah beristirahat di sini, seperti Soe Hok Gie, pendiri sekolah kesehatan STOVIA Dr. H.F. Roll, Pemimpin Belanda dalam perang Puputan Jagaraga A.V. Michiels, hingga istri Thomas Stamford Raffles yang bernama  Olivia Marianne Raffles.

Dahulu, Taman Prasasti merupakan kompleks kuburan Belanda yang dikenal dengan nama Kerkhof Laan atau kuburan Kebon Jahe. Areal seluas 5,5 hektar ini dibangun pada 1795 guna menggantikan kuburan di samping Hollandsche Kerk (sekarang Museum Wayang di Kota Tua, Jakarta) dan Gereja Sion. Pada waktu itu, areal kuburan baru memang diperlukan karena peraturan Daendels yang melarang mengubur mayat di sekitar gereja atau tanah milik pribadi. Setiap akan ada jenazah yang datang, lonceng di areal ini akan didentangkan dan terdengar sangat memilukan.

Tempat ini akhirnya ditutup pada 1975 karena  tidak ada lahan yang tersisa lagi untuk menguburkan jenazah. Mereka yang sudah beristirahat dengan tenang  di lokasi ini pun akhirnya  dipindahkan ke tempat-tempat pemakaman lainnya, seperti ke Menteng Pulo, Tanah Kusir, atau dikembalikan ke negeri asalnya. Lokasi ini akhirnya berubah nama menjadi Museum Taman Prasasti dan diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin pada 7 Juli 1977.

Patung-patung seperti ini akan banyak ditemukan sebagai pengganti batu nisan di tempat ini.

Patung-patung seperti ini akan banyak ditemukan sebagai pengganti batu nisan di tempat ini.

Sebenarnya, saya sedikit kecewa dengan tempat ini. Lebih tepatnya, karena tidak sesuai dengan harapan saya sebelumnya mengenai tempat pemakaman rindang dengan keunikan arsitekturnya. Luas pemakaman ini sekarang tinggal sekitar 1,3 hektar, jauh menyusut karena tergusur pembangunan gedung-gedung di sekitarnya. Hijaunya pohon-pohon rindang dan kicauan burung yang membuat adem suasana pun hampir tidak saya temui. Benar-benar jauh berbeda dari yang tulisan yang saya temui di internet atau dari video-video klip yang pernah menjadikan tempat ini sebagai lokasi syutingnya.

Saat saya datang di bulan Oktober, tempat ini sedang mengalami renovasi. Agak disayangkan, karena perombakan di sekitar areal makam ini membuat banyak makam akhirnya menjadi seragam dan kehilangan kekhasannya.  Ruang penyimpanan peti mati Bung Karno dan Bung Hatta pun sementara ditutup karena renovasi ini. Mayoritas nisan juga terpaksa ditutupi plastik agar terlindung dari cuaca ekstrim di musim penghujan.

===========================================================================

Museum Taman Prasasti

Jalan Tanah Abang 1 Jakarta Pusat

Buka setiap Selasa – Minggu, pukul 09.00 – 15.00 WIB (tutup di hari  Senin dan hari libut nasional)

Tiket masuk Rp 2.000 – Rp 4.000 / orang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s