Terjebak “macet” di Trafique

Salah satu coffee shop yang nyaman seperti rumah. Setidaknya, itu kesan pertama saya saat datang ke sini. Jauh lebih homey dari gambar-gambar dari hasil blog walking saya sebelumnya mengenai tempat ini.

Nice concept. Love it !

Terletak di Jalan Hang Tuah, tidak seberapa jauh dari mall Senayan City, tempat ngopi ini dari luar tak tampak seperti coffee shop pada umumnya. Trafique hanya seperti bangunan berlantai dua di pinggir jalan, tempat parkir terbatas, berdinding putih, tanpa teras, punya banyak jendela besar, dan punya satu pintu masuk agak tersembunyi. Tidak ada papan nama yang menandakan berdirinya coffee shop di sana.

Namun begitu membuka pintu, rasanya memang seperti kembali ke rumah. Trafique memiliki banyak barang vintage, seperti gramafon, piringan hitam, dan foto-foto unik yang terpajang di dinding. Di ruang tengah terdapat open kitchen tempat kita order kopi dan berbagai cemilan lainnya.

Kesan personal dan homey semakin terasa saat kita bisa memilih tempat sesuai dengan suasana hati. Ada meja dan bangku panjang dari kayu di depan kasir, cocok untuk meeting kantor atau ngobrol dengan teman satu geng. Ada sofa-sofa empuk atau meja kecil yang dikelilingi 4 kursi warna-warni di dalam ruangan maupun di teras belakang. Tinggal pilih saja mana yang cocok untuk menenggelamkan diri dalam kesibukan pribadi atau bercengkrama bersama orang-orang tersayang.

Selain berbagai hiasan dinding ataupun aksesoris rumah yang lucu dan unik, coffee shop ini juga melengkapi diri dengan berbagai koleksi buku dan majalah. Pas untuk menemani me time dengan secangkir kopi. Pun yang tak kalah menarik adalah spot di pojokan dekat meja barista, ada meja panjang yang di sana diletakkan sekitar 5 atau 6 headphone. Iya, semacam music corner. Gratis untuk yang ingin mendengarkan music, hanyut dalam lamunan sendiri, atau sambil menikmati hujan yang turun di dekat jendela kaca.

Lovely place. Unforgettable coffee.

Dari segi menu, tempat ini tidak mengecewakan. Banyak varian kopi yang patut di coba. Berbeda dengan beberapa coffee shop yang hanya menjual tempat tanpa memperhatikan rasa kopi, di Trafique, kopi yang disajikan rasanya nikmat. Waktu itu saya sengaja memesan ice ristretto dan cinnamon cookies. Hasilnya, yummy !! Rasa kopi hitamnya begitu kuat dan saya menyukainya. As a coffee lover, I do recommend this coffee shop !

Selain kopi, tersedia juga berbagai jenis teh dan kue. Para tea-lover tentu akan menyukainya karena anda dapat memilih varian teh dengan membaui sample daun teh-nya terlebih dahulu, yang telah dikemas dalam tabung kecil di sebelah mesin kasir. Kesimpulannya, tidak jauh berbeda dengan kopi : teh-nya enak. White tea yang saya coba memiliki wangi yang menggoda dan rasa yang menenangkan. Nice to try. Begitu pula dengan hot chocolate, green tea latte, dan green tea cake-nya. Lebih menyenangkan lagi, harganya berkisar Rp 20-30 ribuan untuk minuman dan mulai dari Rp 15 ribuan untuk kue. Cukup terjangkau, bukan?

Nikmatnya menikmati β€œmacet”

Dengan konsep dan apa yang disuguhkan, Trafique menjadi salah satu tempat ngopi yang direkomendasikan. Suasananya tenang, nyaman, dan menu-menunya memiliki rasa yang mantap dengan harga tak terlalu mahal. Tempat ini dapat menjadi alternatif tempat untuk kabur dari rutinitas atau menunggu macet sedikit terurai. Oh well, apapun itu, kalau saya terjebak macetnya di dalam coffee shop seperti Trafique sih saya nggak akan banyak komplain atau ngomel-ngomel nggak jelas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s